Sosiologi Ekonomi
Nama : Fauziah Hayati J
Nim : 0301.20.0017
Prodi : Ekonomi Syariah
Fakultas : Ekonomi Islam
Matkul : Sosiologi Ekonomi
Sosiologi ekonomi
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yangmempelajari mengenai interaksi sosial didalam masyarakat yang saling berkomunikasi sehingga menghasilkan sebuah kesepakatan. Sosiologi berfokus pada interaksi manusia , khususnya pada pengaruh timbal balik diantaradua orang atau lebih dalam hal perasaan, sikap, dan tindakan.
Ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan alat pemenuh kebutuhan yang terbatas dan menyalurkannya ke berbagai individu atau kelompok yang ada dalam suatu masyarakat.
Lalu apa itu sosiologi ekonomi? Ketika membicarakan sosiologi ekonomi, maka kita akan membicarakan tentang fenomena-fenomena sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat terkait tentang interaksi sosial, terkait tentang rasa kebersamaan atau gotong royong dalam rangka menyelesaikan persoalan persoalan ekonomi, terkait tentang kesejahteraan , kesusahan, juga kemiskinan. Adapun pentingnya kita mempelajari sosiologi ekonomi, agar kita mengetahui bahwa persoalan-persoalan di ekonomi tidak hanya bisa diselesaikan dengan pendekatan dan teori secara ekonomi. Tetapi, perlu hadir yang namanya pendekatan dan teori secara sosiologi. Begitupun sebaliknya, bahwa persoalan-persoalan sosiologi tidak hanya bisa diselesaikan dengan pendekatan dan teori secara sosiologi. Tetapi perlu hadir yang namanya pendekatan dan teori secara ekonomi.
Adapun pendapat para ahli tentang sosiologi dan ekonomi:
• Menurut Max Weber
Salah satu karya Weber yang terkenal yaitu Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme (1905) dan Ekonomi dan Masyarakat (1920). Dalam bukunya, Ekonomi dan Masyarakat, Weber berpendapat bahwa penyebaran kapitalisme telah menggarap pada rasionalisasi masyarakat. Hal tersebut berdampak pada perkembangan kehidupan dengan penciptaan teknologi baru. Dalam hal ini, Weber juga merupakan seorang ahli teori pertama yang mempercayai adanya peran independen negara dalam penyebaran kapitalisme. Secara umum Weber memiliki kajian yang dijadikan teori utama dalam sosiologi, yaitu tindakan sosial. Menurut dia, tindakan sosial mengarah pada segala bentuk tindakan yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain. Sehingga sebagai seorang sosiolog, Weber berpendapat harus mengarah pada makna subjektif, yakni setiap orang menafsirkan tingkah lakunya sendiri atau melampirkan perilaku mereka sendiri.
• Menurut Adam Smith
Ilmu ekonomi menurut Adam Smith, merupakan ilmu sistematis yang mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai tujuan tertentu.
• Menurut Max Weber
Sosiologi ekonomi adalah disiplin ilmu pengetahuan yang memfokuskan diri dalam tindakan ekonomi dalam ruang lingkup dimensi sosialnya. Sehingga kajian yang dilakukan dalam studi sosiologi ekonomi ini adalah hubungan manusia dan kekuasaan.
Adapun beberapa teori dalam pendekatan teori sosiologi ekonomi :
•Teori Struktur Fungsional
Teori Struktur Fungsional menganggap stratifikasi sosial atau hierarki sebagai suatu keharusan.Setiap komunitas bekerja dalam sistem berlapis dan semuanya bekerja sesuai dengan kebutuhan sistem sosial. Singkatnya, layering adalah persyaratan suatu sistem.Harus ditekankan bahwa stratifikasi tidak menyangkut seseorang yang menempati “posisi” tertentu tetapi posisi sosial dalam suatu sistem. Setiap posisi dapat dibandingkan dengan organ, sehingga ada hati, jantung, ginjal dan sebagainya.Semua organ bekerja untuk memenuhi kebutuhan fungsional tubuh. Jika posisi sosial tidak berfungsi, sistem sosial akan kacau. Komunitas mengalami disorganisasi.
• Teori struktural Konflik
Teori struktural konflik berkembang sebagai respons terhadap teori fungsionalisme struktural. Teori struktural konflik memiliki tradisi Marxis.Teori ini menganggap hubungan sosial dalam sistem sosial sebagai kepentingan yang saling bertentangan. Setiap kelompok atau kelas memiliki minat yang berbeda.Perbedaan minat ini ada karena beberapa alasan pertama, orang memiliki pandangan subjektif tentang dunia. Kedua, hubungan sosial adalah hubungan yang saling mempengaruhi atau mempengaruhi orang lain. Ketiga, dampak dari pengaruh ini adalah potensi konflik interpersonal.Stratifikasi sosial dengan demikian mengandung hubungan yang saling bertentangan.
• Teori Pertukaran
Teori pertukaran adalah teori perilaku sosial (behavioral). Teori ini menganggap perilaku manusia (aktor) untuk membentuk model hubungan antara lingkungan dan para aktor.Perilaku manusia disambut oleh reaksi lingkungan, yang kemudian memengaruhi perilaku. Jadi hubungan beralih dari aktor ke lingkungan, kembali ke aktor.Lingkungan sosial atau fisik di mana aktor berperilaku mempengaruhi perilaku aktor.Reaksi lingkungan bisa positif, negatif atau netral. Jika ini positif, aktor kemungkinan akan mengulangi perilakunya dalam situasi sosial yang sama di masa depan.Jika ini negatif, aktor akan cenderung mengubah perilakunya. Contoh sederhana adalah siswa yang datang ke sekolah dengan seragam.Reaksi lingkungan diterima, apalagi diperkuat oleh aturan. Kemudian siswa cenderung mengenakan seragamnya lagi pada hari berikutnya.
• Teori Interaksionisme Simbolik
Teori interaksionisme simbolik adalah bahwa manusia memiliki kemampuan untuk berpikir dan pemikirannya dibentuk oleh interaksi sosial.Dalam proses interaksi, orang mempelajari makna dan simbol yang membuatnya berbeda dari yang lain.Makna dan simbol memungkinkan orang untuk bertindak dan berinteraksi secara berbeda, misalnya, bagaimana orang menafsirkan kesuksesan secara berbeda, atau bahkan perbedaan linguistik yang digunakan oleh masing-masing suku berbeda.Orang dapat mengubah atau memodifikasi makna yang mereka gunakan dalam proses interaksi sesuai dengan interpretasi situasi sosial.Perubahan makna dan simbol memperhitungkan keuntungan dan kerugian akun dan seleksi selanjutnya.Model aksi dan interaksi yang berbeda menyebabkan perbedaan kelompok dalam masyarakat.
Dalam sosiologi ekonomi persoalan moral ekonomi selalu menjadi topik perbincangan yang semakin mengemuka akhir-akhir ini seiring dengan semakin banyaknya malpraktik dalam kegiatan ekonomi baik dalam kegiatan produksi maupun jasa termasuk banyaknya kasus dalam kegiatan perbankan sehingga isu moral telah menjadi pusat perhatian ahli-ahli ekonomi syariah. Nilai-nilai atau ajaran moral dalam Islam mengajarkan kepentingan bisnis yang tidak terpisahkan dari konsep Tauhid, yang merupakan titik sentral dari ajaran Islam. Dalam ajaran Islam bagi orang yang beriman harus ada keyakinan dan prinsip bahwa kegiatan usaha harus dilakukan berdasarkan pada nilai-nilai yang telah ditetapkan Allah karena semua kegiatan manusia ada dalam pengawasan Allah.
Seiring dengan banyaknya teoritisi yang menyatakan bahwa keterlekatan sosial dalam perilaku aktor ekonomi sangat kuat terjadi pada masyarakat pra-industri, dan semakin melemah pada masyarakat industri karena pengaruh modernisasi. Pandangan ini mengasumsikan bahwa pada masyarakat modern transaksi ekonomi adalah berdasarkan kalkulasi rasional dari aktor ekonomi, tidak lagi dipengaruhi oleh ikatan sosial dan kekerabatan. Pandangan sebaliknya menyatakan bahwa karena kehidupan ekonomi merupakan bagian dari kehidupan sosial maka keterlekatan sosial tidak hanya terjadi pada masyarakat modern, dimana tindakan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial.
Tindakan ekonomi dalam kontek sosial saat ini pun, sudah berbagai bentuk seperti menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan secara sepihak. Dalam perspektif bisnis, prinsip ekonomi yang mewarnai setiap tindakan ekonomi yang bertujuan memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang serendah-rendahnya telah menciptakan keserakahan yang terjadi secara masif dalam berbagai dimensi kehidupan bisnis saat ini.
Sekian Terima Kasih...☺
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerbaek ezii👍
BalasHapusOk.. mantap
BalasHapus